
SEMARANG – Tradisi tahunan Dugderan kembali digelar dengan meriah sebagai bagian dari penyambutan bulan suci Ramadan 1447 H. Karnaval Budaya yang dilaksanakan pada Senin (16/2/2026) tersebut mengambil rute dari Halaman Balaikota Semarang, Jalan Pemuda menuju Masjid Agung Semarang, Jalan Kauman, dan diikuti berbagai unsur masyarakat serta satuan pendidikan di Kota Semarang.
Dalam perhelatan budaya tersebut, SD Negeri Petompon 02 turut ambil bagian dengan menampilkan pertunjukan musik islami berupa terbangan rebana dan pianika. Para siswa tampil kompak mengenakan busana muslim bernuansa putih, membawakan lantunan shalawat yang menambah suasana religius sepanjang rute karnaval.
Alunan rebana yang ritmis berpadu dengan melodi pianika menghadirkan nuansa khidmat sekaligus semarak, selaras dengan semangat Dugderan sebagai tradisi khas Kota Semarang dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Kepala SD Negeri Petompon 02, Bayu Wijayama, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam Dugderan merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kelas yang sarat nilai karakter.
"Melalui kegiatan ini, siswa belajar mencintai budaya lokal, melatih rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Ini menjadi pengalaman bermakna bagi mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam sekaligus pendamping kontingen, M. Fikri Huda Bakhtiar, S.Pd.I., menuturkan bahwa Dugderan menjadi momentum penguatan karakter religius peserta didik.
“Rebana dan shalawat yang dibawakan siswa bukan sekadar penampilan, tetapi juga bentuk syiar yang santun dan edukatif. Anak-anak belajar bahwa budaya dan nilai keagamaan dapat berjalan selaras,” jelasnya.
Salah satu siswa peserta karnaval, Maulana, mengaku bangga dapat ikut serta dalam kegiatan tersebut.
"Saya senang sekali bisa tampil membawa rebana bersama teman-teman. Rasanya bangga bisa ikut Dugderan dan tampil di depan banyak orang,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Partisipasi SD Negeri Petompon 02 dalam Dugderan 2026 menjadi wujud komitmen sekolah dalam mendukung pelestarian budaya daerah sekaligus penguatan pendidikan karakter. Dengan semangat kebersamaan dan religiusitas, diharapkan generasi muda Kota Semarang semakin mencintai tradisi lokal serta terus menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.